GIZI Balita
GIZI BALITA dan ANAK
Usia balita dikatakan sebagai periode laten, karena pertumbuhan fisik sudah tidak sedramatis ketika masih berstatus bayi tetapi aktifitasnya lebih banyak. Karakteristik pertumbuhan dan perkembangan selama masa kanak-kanak adalah laju pertumbuhan yang menurun drastis pada usia satu tahun dan berlanjut secara tidak teratur selama masa kanak-kanak.
Berat badan baku pada anak dapat mengacu pada baku BB dan TB dari WHO/NCHS, atau rumus perkiraan BB anak :
BB anak usia 1-6 tahun = [usia x 2 + 8]
| USIA (th) | BB (kg) |
| 1 | 10 |
| 2 | 12 |
| 3 | 14 |
Masa balita merupakan masa pertumbuhan sehingga memerlukan gizi yang baik. Apabila gizinya buruk maka akan mengganggu kesehatan, perkembangan otaknyapun kurang dan itu akan berpengaruh pada kehidupannya di usia prasekolah maupun sekolah. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ”the child is the father of the man”. Sehingga setiap kelainan atau penyimpangan sekecil apapun apabila tidak terdeteksi apalagi tidak ditangani dengan baik, akan mengurangi kualitas sumber daya manusia kelak kemudian hari. Namun pada kenyataannya justru balita merupakan kelompok umur yang paling sering menderita akibat kekurangan gizi.
PRINSIP PEMBERIAN MAKANAN PADA BAYI DAN ANAK
- Tinggi energi, protein, vitamin dan mineral
- Dapat diterima oleh bayi dan anak dengan baik
- Diproduksi setempat dan menggunakan bahan-bahan setempat
- Mudah didapat dalam bentuk kering dengan demikian mudah disimpan dan praktis penggunaannya
- Ringkas tetapi mempunyai nilai gizi maksimum
Kecukupan gizi balita
Sebagaimana kelompok usia lain yang lebih tua, pemberian makanan pada balita harus memenuhi kebutuhan balita itu yang meliputi kebutuhan kalori serta kebutuhan zat-zat gizi utama yang meliputi 5 komponen dasar, yakni hidrat arang, protein, lemak, vitamin dan mineral. Kesemua zat gizi ini memiliki fungsi masing-masing, serta harus terdapat bersamaan pada suatu waktu.
Energi
Zat gizi yang mengandung energi terdiri dari protein, lemak dan karbohidrat. Dianjurkan supaya jumlah energi yang diperlukan didapatkan dari 50-60% karbohidrat, 25-35% lemak, selebihnya 10-15% protein.
Protein
Disarankan untuk memberi 2,5-3 gr/kg BB. Protein yang diberikan dianggap adekuat jika mengandung semua asam amino esensial dalam jumlah yang cukup, mudah dicerna dan diserap tubuh, serta harus yang berkualitas tinggi seperti protein hewani.
Mineral dan Vitamin
Susu sapi merupakan sumber yang baik bagi beberapa vitamin dan mineral seperti kalsium dan fosfor. Tiap 500-600 ml susu mengandung kurang lebih 0,7-0,8 gram kalsium dan cukup fosfor bagi pembentukan tulang dan gigi. Menu yang setiap harinya mengandung susu, daging, ayam, ikan, telur, sayur, buah dan serealia (nasi, roti, kentang, mi) akan mengandung cukup vitamin dan mineral.
Cairan
Pada umumnya anak sehat memerlukan 1000 – 1500 ml air setiap harinya. Pada keadaan sakit seperti infeksi dengan suhu tubuh tinggi, diare atau muntah masukan cairan harus ditingkatkan untuk menghindari kekurangan cairan (dehidrasi).
MAKANAN SEHAT BAGI BALITA DAN ANAK
Bahan makanan
Beberapa jenis bahan makanan dapat langsung dimakan, misalnya buah-buahan, susu. Namun banyak bahan makanan yang memerlukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dapat dimakan, seperti beras, tepung, minyak, dll
Hidangan makanan
Hidangan merupakan jenis makanan yang disajikan untuk dimakan. Disini peran orang tua harus memutuskan apa yang anaknya harus makan, khususnya pada usia 1-3 tahun karena pada usia ini anak bersifat konsumen pasif dan rentan terhadap penyakit gizi (KKP dan anemia) . Anak harus memutuskan seberapa banyak. Jadi tidak boleh memberlakukan ”habiskan makanan dipiringmu” tetapi ”cobalah sedikit segala makanan”. Sebaliknya pada usia 4-6 tahun anak bersifat konsumen aktif (dapat memilih sendiri makanannya) sehingga pada usia ini orang tua mulai dapat memberikan pendidikan gizi.
Untuk mencukupi kebutuhan zat gizi pada anak yang kurang dapat makan banyak saat jam makan, dapat diberikan kudapan guna memberi tambahan protein, kalori dan nutrisi esensial. Kudapan sebaiknya diberikan minimal 90 menit sebelum makan untuk menghindari pengaruhnya terhadap nafsu makan.
Sedangkan pada anak sekolah, mereka cenderung lebih aktif memilih makanan yang ia sukai. Kebutuhan energinapun lebih besar karena aktifitas fisik lebih banyak dan pertumbuhan lebih cepat terutama penambahan TB. Karena aktifitasnya diluar rumah banyak à lupa waktu makan, sehingga sarapan penting untuk mencegah hipoglikemi. Dan mulai usia 10-12 tahun:
- anak laki-laki lebih banyak aktifitas
- anak perempuan sudah mulai haid
à Protein dan zat besi banyak
PENILAIAN PERTUMBUHAN FISIK PADA BALITA
UKURAN ANTROPOMETRI
Terdiri dari
- Berat Badan
Merupakan hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh. Pemantauan BB balita dapat dilihat pada KMS. BB merupakan yang baik untuk mengetahui status pada balita.
- Tinggi Badan
Merupakan ukuran antropometrik kedua yang penting. Kenaikan rata-rata TB anak para sekolah adalah 6-8 cm/tahun.
- Lingkar kepala
Dipakai untuk menafsir volume intracranial, yang dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak.
Lingkar kepala bayi baru lahir rata-rata 34 cm. Pada umur 6 bulan rata-rata lingkar kepalanya adalah 44 cm, umur 1 tahun 47 cm, 2 tahun 49 cm, dan dewasa 54 cm.
- Lingkar Lengan Atas (LILA)
LILA mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan dengan BB. LILA dipakai untuk menilai keadaan gizi atau tumbuh kembang pada usia prasekolah. Rata-rata LILA BBL 11 cm, dan menjadi 16 cm pada usia 1 tahun. Selanjutnya tidak banyak berubah selama 1-3 tahun.
- Lipatan Kulit
Tebalnya lipatan kulit pada daerah trisep dan subskapular merupakan refleksi tumbuh kembang jaringan lemak di bawah kulit yang mencerminkan kecukupan energi.
Contoh makan sehat untuk balita
- Pagi:
Bubur beras atau roti dioles mentega telur atau ikan susu 1gelas
- Siang:
Nasi daging ayam ikan telur tahu atau tempe sayur seperti tomat wortel bayam,buah seperti pisang jeruk pepaya apel 1 gelas susu
- Sore atau malam
Nasi atau roti di oles mentega daging ayam ikan tahu atau tempe sayur mayur buah atau puding 1 gelas susu
